Pages

Tampilkan postingan dengan label Spiritual Adv. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Spiritual Adv. Tampilkan semua postingan

1 Oktober 2009

Gempa lagi….bencana lagi ???!!!!

Duh kapan ya semua ini akan berakhir ???. Bencana kembali merenggut saudara-saudara kita. Gempa kembali mengguncang negeri kita.

Belum lama dan masih belum terselesaikan gempa di Tasikmalaya dan daerah lainnya, sekarang Padang juga diguncang bencana yang sama. Hanya bisa berdoa dan tak mampu berbuat apa-apa. Rasa ikut berduka pun menyelimuti hati.

Ya Allaah…Hanya kepadaMu saya memohon atas segala sesuatu….berikanlah kekuatan kepada mereka. Engkaulah yang maha berkehendak….tetapkanlah sodara-sodara saya yang sedang dalam bencana dalam kekuatan dan lindunganMu… dan lancarkanlah setiap bantuan dan pertolongan yang engkau kirimkan kepada mereka….amiiiin.

24 September 2009

Aktifitas Rutin dimulai

ah….ga terasa setelah beberapa hari ini libur lebaran hari ini sudah harus memulai aktifitas rutin lagi,walaupun sebenarnya ga ada yang berarti pada libur lebaran taun ini. Malas ga harus jadi alasan untuk tidak masuk kerja, semuanya harus dijalani dengan segala motivasi baru setelah sebulan penuh berpuasa.

Menurut gue…percuma dong, sebulan penuh berjuang melawan hawa nafsu, sampai akhirnya harus bolos kerja. ga deh….kerja harus tetap kerja. Justru hari inilah kesempatan pertama untuk membangkitkan semangat baru, motivasi baru menjalani titian hidup setelah jiwa kembali dalam kesucian (mudah2an…amiiin).

so…keep fight…dengan kemalasan dan berleha-leha……

Selamat bekerja buat teman-teman disana…tetep semangat.

23 September 2009

Makna Lebaran

Kepada Seluruh Umat Muslim saya ucapkan "Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H Mohon Maaf Lahir dan Bathin".

Lebaran tidak hanya sebuah hari raya atau ritual tahunan dalam artian yang dangkal tetapi semestinya harus mampu memaknai Idul Fitri sebagai hasil proses panjang berpuasa selama satu bulan yang tidak hanya sekadar menahan makan, minum, dan sebagainya, tapi lebih substansial lagi adalah meminimalkan nafsu dan menghasilkan insan yang fitri. Hal inilah yang harus kita maknai dengan baik sebagai amanah dalam kehidupan keseharian.

Saat ini kita hanya disibukan dengan acara mudik. Tidak ada salahnya dan memang harus kita lakukan sebagai bentuk ungkapan kerinduan dan kasih sayang terhadap keluarga untuk kembali menjalin keeratan tali silaturahmi. Hanya ada sedikit yang mengganjal dalam hati saya mengapa kita harus disibukan dengan mudik dalam artian pulang kampung saja. Tanpa memaknai arti mudik dalam artian pulang atau kembali ke jalan yang lurus yang telah diajarkan oleh Allah kepada kita melalui Rosul-rosulNya.

Mampukah kita mudik secara rohaniah? hanya kita sendiri dan Allah lah yang tahu.